Menyongsong MEA
2015 melalui Optimalisasi SDM dalam
Wadah UMKM/UKM
Oleh
Putu Evi Rosalinda Dewi
”Bukan lautan hanya kolam susu, Kail
dan jala cukup menghidupmu. Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang
menghampiri dirimu,Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu
jadi tanaman”
Koes plus,-
Lirik
lagu diatas mengumandangkan negara dengan anugerah-Nya yang tak terkira, negara
yang pernah menyandang gelar macan Asia yaitu negara Indonesia. Negara dengan sumber
daya alam melimpah ruah, wilayah yang subur, bentang alam dan hamparan laut
yang luas dimiliki oleh Indonesia. Sebatang tongkat pun akan tumbuh menjadi kayu,
betapa kayanya alam kita ini. Namun kekayaan itu belum mampu membuat rakyat
Indonesia menjadi sejahtera. Masih ada rakyat Indonesia yang miskin, kelaparan,
dan tinggal di kolong jembatan. Jika
saja harta karun yang berlimpah tersebut mampu dimaksimalkan oleh rakyat
Indonesia, maka berjayalah Indonesia ini. Indonesia diibaratkan seperti raksasa
yang sedang tidur. Potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia tidak bisa diolah
sendiri. Tambang emas Papua contohnya tidak mampu diperdayakan sehingga diambil
alih negara lain. Tidak hanya itu, budaya dan alam Indonesia pun pernah diklaim
bangsa lain akibat keteledoran sendiri.
Waktu
terus berlalu membawa dunia berkembang. Indonesia tidak bisa mengelak hal
tersebut. Teknologi, komunikasi dan pengetahuan membawa perkembangan dunia
semakin bertambah kompleks. Banyak negara menjalin kerjasama untuk saling
mengisi kekurangan. Kemajuan dunia mendorong pembaruan pada segala bidang,
tidak luput pula pada bidang ekonomi. Indonesia adalah satu dari sekian negara
yang tergabung dalam kerjasama hubungan internasional yaitu ASEAN. Terobosan
baru dalam aspek ekonomi ASEAN, benih baru tersebut adalah MEA (Masyarakat
Ekonomi ASEAN) yang mulai dijalankan pada tahun 2015 ini. Sang garuda pun
ketar-ketir menyikapi pasar global 2015 ini. SDM yang berkualitas, berkompeten,
serta profesional adalah target yang harus dicapai Indonesia. Sumber daya
manusia sebagai pengolah sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah. MEA
perlu disambut dengan segala persiapan optimal, dengan itu Indonesia akan mampu
menjadi negara pengekspor utama.
Hidup
di era pasar bebas memang tidak semudah membalikkn telapak tangan. Menjadi
pelopor serta pengekspor pada MEA 2015 bukan menjadi penonton maupun penampung adalah
harapan besar bangsa Indonesia. Hal ini mutlak dilakukan agar mampu bertahan di
dalam gempuran pasar bebas MEA 2015. MEA 2015 adalah awal untuk Indonesia dalam
memajukan kesejahteraan. Negara anggota ASEAN memiliki potensinya
masing-masing. Indonesia haruslah bisa menentukan potensi dirinya agar tidak
kebobolan. Mengoptimalkan produksi dalam negeri jawaban hadapi pasar global. Pertumbuhan
dan pembangunan ekonomi negara berbeda-beda, begitu pula mengenai kesiapan menyosong
MEA, ada negara yang cepat ada pula negara yang lambat. Singapura salah satu
negara ASEAN yang siap menghadapi MEA 2015 dengan ekonomi dan SDM yang berkualitas.
Bagaimanakah kesiapan negara Indonesia? peringkat
daya saing Indonesia merosot. Global Competitiveness Report pada 2011-2012
menunjukkan, daya saing Indonesia berada di peringkat 46 di bawah Singapura,
Malaysia, Brunei, dan Thailand. Periode 2012-2013 peringkat Indonesia turun
menjadi peringkat 50 dari 144 negara.
Kunci
utama menyongsong MEA 2015
Menyikapi
hal tersebut perlu adanya perubahan. Agen penggerak perubahan adalah masyarakat
Indonesia. Mampu mengolah SDA, SDM yang berkompeten dalam mengolah dan
memproduksi barang/jasa, ketersedian sarana dan prasana memadai, dan sumber modal
adalah tolak ukur untuk mencapai kesuksesan dalam menyosong MEA. Kualitas SDM
adalah sentralnya, SDM ialah Agent utama
yang akan bersaing dalam MEA. Sumber daya manusia Indonesia dengan kuantitas
tinggi tidak sebanding dengan kualitasnya yang masih sangat perlu untuk
dibenahi. Pengembangan kualitas, potensi diri, keterampilan, kreativitas, dan
inovasi harus diperhatikan. Melihat peringkat daya saing SDM Indonesia masih
berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Bagaimanakah cara Indonesia memoles SDMnya? darurat SDM adalah keadaan negara
Indonesia saat ini sehubungan dengan kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi
ASEAN.
Perlu
gerakan seribu langkah guna menyongsong MEA 2015melalui pengoptimalan sumber
daya manusia. Membangun kualitas SDM Indonesia memerlukan dukungan penuh pemerintah.
Pengembangan SDM dapat melalui pelatihan dan pendidikan, mengorganisir kembali BLK
(balai latihan kerja). Sudah saatnya peran balai latihan kerja ditingkatkan
untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan berkompetensi tinggi. Balai-balai
latihan menyangkut teori serta praktik, pemberian pendidikan kewirausahaan,
pengembangan diri, dan kreativitas. Maka SDM yang telah terlatih siap memasuki
pasar tunggal 2015 ASEAN (Ir S.M. Doloksaribu M.In)
BLK
Penuntun ke Gerbang Profesionalitas
BLK
ada pada setiap daerah di Indonesia, keberadaan
BLK perlu pengembangan dan sosialisasi. Salah satu BLK pada daerah Bali, yaitu BLK-IP
(Industri dan Pariwisata) berhasil mengembangkan kompetensi penduduk hingga mampu
menjadi individu mandiri dan mempunyai skill,
selesai mengenyam pelatihan bisa membuka usaha mandiri atau diterima
diperusahaan jasa (Balipost 2004). Peningkatan kualitas SDM dapat melalui
pendidikan dan pelatihan (Diklat) oleh Balai Latihan Kerja (BLK). Andil BLK
sangat besar dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia, BLK juga mampu meningkatkan
keterampilan dan keahlian warga, mendorong dan mengembangkan jiwa wirausaha, yang
menjadi bekal utama menuju usaha mandiri. melihat sebagian besar masyarakat
Indonesia bergerak di bidang usaha. Nyawa dari usaha yang berjalan adalah
melalui tenaga kerja yang terlatih serta profesional. Seperti pada usaha
industri kreatif dalam lingkup kecil atau UMKM.
Usaha
rumahan sederhana menjadi sektor penopang perekonomian masyarakat Indonesia,
90% bisnis di Indonesia adalah usaha
kecil menengah, UKM memberikan kontribusi sebesar 57% pada Produk Domestik
Bruto (PDB) Indonesia (INILAH.COM Nusa Dua, 2013). Diberlakukannya MEA di tahun
2015 memaksa pelaku UMKM di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas
dari produknya agar sesuai dengan keinginan pasar dunia. Keterbatasan harus diatasi
oleh pelaku UMKM dan pemerintah, jika UMKM ingin tetap bisa bertahan pada pasar
bebas dan serbuan barang-barang dari Negara lain.
Masyarakat
Indonesia sebagai poros penggerak dengan kualitas dan daya saing global akan
menjadikan Indonesia eksis memenuhi perdagangan atau bahkan menguasai pasar
global. Memiliki tenaga yang mampu mengolah sumber daya yang melimpah ruah ini,
akan mengudarakan garuda di kancah ASEAN melalui usaha kecil menengah masyarakat
Indonesia. Seperti pepatah menyampaikan, satu langkah kecil mengawali langkah
yang menghantarkan pada gerbang kesuksesan. Segala sesesuatu yang besar selalu
diawali dari hal kecil dan sederhana, begitu pula dari usaha sederhana dengan
keseriusan dan ketelatenan akan berkembangan menjadi usaha yang besar. melalui
pengoptimalan SDM serta BLK hal tersebut mampu diwujudkan, bukan hanya menjadi sebuah
mimpi belaka. BLK akan menjadikan tenaga kerja Indonesia berkualitas serta
profesional shingga industri kreatif dapat memproduksi barang/jasa bernilai
jual tinggi. UKM/UMKM menjadi wadah untuk masyarakat Indonesia dalam
menghasilkan produk berciri khas serta mengandung keunikan bangsa Indonesia
seperti halnya Batik, patung, anyaman, gerabah, makanan, pakian serta masih
banyak lagi.
Gerakan maksimal antara
BLK dan UMKM menentukan MEA 2015 sebagai peluang atau ancaman untuk Indonesia. Guna
mendapatkan jalan yang maksimal harus mampu melangkah dengan cepat untuk
mengejar kendaraan menuju ke arah yang di inginkan. Mari sambut MEA dengan
semangat bersaing dan menjadikan produk negeri sebagai pengisi pasar global. Tertinggal
bukanlah suatu masalah untuk Indonesia, mengejar bukan keharusan bagi
Indonesia. Tetapi melalakukan yang terbaik adalah pilihan Indonesia. Melalui pengoptimalan
SDM dalam menyongsong MEA dalam wadah UMKM/UKM akan menghantarkan garuda hingga
langit tertinggi “Orang bilang tanah kita
tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Tiada badai tiada topan kau
temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu.“
mari buktikan kumandang lagu tersebut dalam MEA 2015. Terbangkan sang
garuda, maka Indonesia akan berjaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar