Rabu, 16 Mei 2018


Menyongsong MEA 2015  melalui Optimalisasi SDM dalam Wadah UMKM/UKM
Oleh
Putu Evi Rosalinda Dewi
”Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupmu. Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu,Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”
Koes plus,-
Lirik lagu diatas mengumandangkan negara dengan anugerah-Nya yang tak terkira, negara yang pernah menyandang gelar macan Asia yaitu negara Indonesia. Negara dengan sumber daya alam melimpah ruah, wilayah yang subur, bentang alam dan hamparan laut yang luas dimiliki oleh Indonesia. Sebatang tongkat pun akan tumbuh menjadi kayu, betapa kayanya alam kita ini. Namun kekayaan itu belum mampu membuat rakyat Indonesia menjadi sejahtera. Masih ada rakyat Indonesia yang miskin, kelaparan, dan tinggal di kolong jembatan.  Jika saja harta karun yang berlimpah tersebut mampu dimaksimalkan oleh rakyat Indonesia, maka berjayalah Indonesia ini. Indonesia diibaratkan seperti raksasa yang sedang tidur. Potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia tidak bisa diolah sendiri. Tambang emas Papua contohnya tidak mampu diperdayakan sehingga diambil alih negara lain. Tidak hanya itu, budaya dan alam Indonesia pun pernah diklaim bangsa lain akibat keteledoran sendiri.
Waktu terus berlalu membawa dunia berkembang. Indonesia tidak bisa mengelak hal tersebut. Teknologi, komunikasi dan pengetahuan membawa perkembangan dunia semakin bertambah kompleks. Banyak negara menjalin kerjasama untuk saling mengisi kekurangan. Kemajuan dunia mendorong pembaruan pada segala bidang, tidak luput pula pada bidang ekonomi. Indonesia adalah satu dari sekian negara yang tergabung dalam kerjasama hubungan internasional yaitu ASEAN. Terobosan baru dalam aspek ekonomi ASEAN, benih baru tersebut adalah MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang mulai dijalankan pada tahun 2015 ini. Sang garuda pun ketar-ketir menyikapi pasar global 2015 ini. SDM yang berkualitas, berkompeten, serta profesional adalah target yang harus dicapai Indonesia. Sumber daya manusia sebagai pengolah sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah. MEA perlu disambut dengan segala persiapan optimal, dengan itu Indonesia akan mampu menjadi negara pengekspor utama.
Hidup di era pasar bebas memang tidak semudah membalikkn telapak tangan. Menjadi pelopor serta pengekspor pada MEA 2015 bukan menjadi penonton maupun penampung adalah harapan besar bangsa Indonesia. Hal ini mutlak dilakukan agar mampu bertahan di dalam gempuran pasar bebas MEA 2015. MEA 2015 adalah awal untuk Indonesia dalam memajukan kesejahteraan. Negara anggota ASEAN memiliki potensinya masing-masing. Indonesia haruslah bisa menentukan potensi dirinya agar tidak kebobolan. Mengoptimalkan produksi dalam negeri jawaban hadapi pasar global. Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara berbeda-beda, begitu pula mengenai kesiapan menyosong MEA, ada negara yang cepat ada pula negara yang lambat. Singapura salah satu negara ASEAN yang siap menghadapi MEA 2015 dengan ekonomi dan SDM yang berkualitas.
 Bagaimanakah kesiapan negara Indonesia? peringkat daya saing Indonesia merosot. Global Competitiveness Report pada 2011-2012 menunjukkan, daya saing Indonesia berada di peringkat 46 di bawah Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand. Periode 2012-2013 peringkat Indonesia turun menjadi peringkat 50 dari 144 negara.  
Kunci utama menyongsong MEA 2015
Menyikapi hal tersebut perlu adanya perubahan. Agen penggerak perubahan adalah masyarakat Indonesia. Mampu mengolah SDA, SDM yang berkompeten dalam mengolah dan memproduksi barang/jasa, ketersedian sarana dan prasana memadai, dan sumber modal adalah tolak ukur untuk mencapai kesuksesan dalam menyosong MEA. Kualitas SDM adalah sentralnya, SDM ialah Agent utama yang akan bersaing dalam MEA. Sumber daya manusia Indonesia dengan kuantitas tinggi tidak sebanding dengan kualitasnya yang masih sangat perlu untuk dibenahi. Pengembangan kualitas, potensi diri, keterampilan, kreativitas, dan inovasi harus diperhatikan. Melihat peringkat daya saing SDM Indonesia masih berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Bagaimanakah cara Indonesia memoles SDMnya? darurat SDM adalah keadaan negara Indonesia saat ini sehubungan dengan kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Perlu gerakan seribu langkah guna menyongsong MEA 2015melalui pengoptimalan sumber daya manusia. Membangun kualitas SDM Indonesia memerlukan dukungan penuh pemerintah. Pengembangan SDM dapat melalui pelatihan dan pendidikan, mengorganisir kembali BLK (balai latihan kerja). Sudah saatnya peran balai latihan kerja ditingkatkan untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan berkompetensi tinggi. Balai-balai latihan menyangkut teori serta praktik, pemberian pendidikan kewirausahaan, pengembangan diri, dan kreativitas. Maka SDM yang telah terlatih siap memasuki pasar tunggal 2015 ASEAN (Ir S.M. Doloksaribu M.In)
BLK Penuntun ke Gerbang Profesionalitas
BLK  ada pada setiap daerah di Indonesia, keberadaan BLK perlu pengembangan dan sosialisasi. Salah satu BLK pada daerah Bali, yaitu BLK-IP (Industri dan Pariwisata) berhasil mengembangkan kompetensi penduduk hingga mampu menjadi individu mandiri dan mempunyai skill, selesai mengenyam pelatihan bisa membuka usaha mandiri atau diterima diperusahaan jasa (Balipost 2004). Peningkatan kualitas SDM dapat melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) oleh Balai Latihan Kerja (BLK). Andil BLK sangat besar dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia, BLK juga mampu meningkatkan keterampilan dan keahlian warga, mendorong dan mengembangkan jiwa wirausaha, yang menjadi bekal utama menuju usaha mandiri. melihat sebagian besar masyarakat Indonesia bergerak di bidang usaha. Nyawa dari usaha yang berjalan adalah melalui tenaga kerja yang terlatih serta profesional. Seperti pada usaha industri kreatif dalam lingkup kecil atau UMKM.
Usaha rumahan sederhana menjadi sektor penopang perekonomian masyarakat Indonesia, 90% bisnis di Indonesia  adalah usaha kecil menengah, UKM memberikan kontribusi sebesar 57% pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia (INILAH.COM Nusa Dua, 2013). Diberlakukannya MEA di tahun 2015 memaksa pelaku UMKM di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dari produknya agar sesuai dengan keinginan pasar dunia. Keterbatasan harus diatasi oleh pelaku UMKM dan pemerintah, jika UMKM ingin tetap bisa bertahan pada pasar bebas dan serbuan barang-barang dari Negara lain.
Masyarakat Indonesia sebagai poros penggerak dengan kualitas dan daya saing global akan menjadikan Indonesia eksis memenuhi perdagangan atau bahkan menguasai pasar global. Memiliki tenaga yang mampu mengolah sumber daya yang melimpah ruah ini, akan mengudarakan garuda di kancah ASEAN melalui usaha kecil menengah masyarakat Indonesia. Seperti pepatah menyampaikan, satu langkah kecil mengawali langkah yang menghantarkan pada gerbang kesuksesan. Segala sesesuatu yang besar selalu diawali dari hal kecil dan sederhana, begitu pula dari usaha sederhana dengan keseriusan dan ketelatenan akan berkembangan menjadi usaha yang besar. melalui pengoptimalan SDM serta BLK hal tersebut mampu diwujudkan, bukan hanya menjadi sebuah mimpi belaka. BLK akan menjadikan tenaga kerja Indonesia berkualitas serta profesional shingga industri kreatif dapat memproduksi barang/jasa bernilai jual tinggi. UKM/UMKM menjadi wadah untuk masyarakat Indonesia dalam menghasilkan produk berciri khas serta mengandung keunikan bangsa Indonesia seperti halnya Batik, patung, anyaman, gerabah, makanan, pakian serta masih banyak lagi.
Gerakan maksimal antara BLK dan UMKM menentukan MEA 2015 sebagai peluang atau ancaman untuk Indonesia. Guna mendapatkan jalan yang maksimal harus mampu melangkah dengan cepat untuk mengejar kendaraan menuju ke arah yang di inginkan. Mari sambut MEA dengan semangat bersaing dan menjadikan produk negeri sebagai pengisi pasar global. Tertinggal bukanlah suatu masalah untuk Indonesia, mengejar bukan keharusan bagi Indonesia. Tetapi melalakukan yang terbaik adalah pilihan Indonesia. Melalui pengoptimalan SDM dalam menyongsong MEA dalam wadah UMKM/UKM akan menghantarkan garuda hingga langit tertinggi “Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu.“  mari buktikan kumandang lagu tersebut dalam MEA 2015. Terbangkan sang garuda, maka Indonesia akan berjaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar