Rabu, 16 Mei 2018

MATERI KULIAH BISNIS PARIWISATA


RANGKUMAN MATERI KULIAH SAP I
BISNIS PARIWISATA



Disusun Oleh :
Kelompok 1
1.     Ni Putu Nanda Pradnya Putri                    (1607521011)
2.     Ni Made Gita Widiastiti                            (1607521016)
3.     Putu Evi Rosalinda Dewi                          (1607521044)
4.     Ni Luh Sintya Yulianingsih                       (1697521042)



FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Denpasar,18 September 2017

                                                                                              Penyusun









PEMBAHASAN

1. DEFINISI PARIWISATA

Secara Umum Definisi pariwisata adalah kegiatan rekreasi di luar domisili untuk melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau mencari suasana lain. Sebagai suatu aktifitas, pariwisata telah menjadi bagian penting dari kebutuhan dasar masyarakat maju dan sebagian kecil masyarakat negara berkembang.
Menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 “Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan Pemerintah Daerah”.
Menurut WTO atau World Tourism Organization, Pariwisata adalah kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya.
Jadi kesimpulannya, pariwisata adalah istilah yang diberikan apabila seseorang wisatawan melakukan perjalanan itu sendiri, atau dengan kata lain aktivitas dan kejadian yang terjadi ketika seseorang pengunjung melakukan perjalanan. Adapun jenis-jenis pariwisata antara lain ada wisata olahraga, komersial, industri, bahari, budaya, kesehatan, bulan madu, dan yang terakhir wisata cagar alam.

2. DEFINISI INDUSTRI PARIWISATA

Industri Pariwisata dapat diartikan sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh mereka yang melakukan perjalanan wisata. Menurut S. Medlik, setiap produk, baik yang nyata maupun maya yang disajikan untuk memenuhi kebutuhan tertentu manusia, hendaknya dinilai sebagai produk industri.
Menurut UNWTO (United Nations World Tourism Organiation) dalam the International Recommendations for Tourism Statistics 2008, Industri Pariwisata meliputi; Akomodasi untuk pengunjung, Kegiatan layanan makanan dan minuman, Angkutan penumpang, Agen Perjalanan Wisata dan Kegiatan reservasi lainnya, Kegiatan Budaya, Kegiatan olahraga dan hiburan. UNWTO merupakan Badan Kepariwistaan Dunia dibawah naungan PBB.
Menurut Undang-Undang Pariwisata no 10 tahun 2009, Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan. Ruang lingkup industri pariwisata menyangkut berbagai sektor ekonomi. Adapun aspek-aspeknya yaitu restaurant, penginapan, pelayanan perjalanan, transportasi, fasilitas rekreasi, dan atraksi wisata.
Elemen Industri Pariwisata dibagi menjadi 5 yaitu Sumberdaya Pariwisata yang meliputi Sumberdaya alam, Sumberdaya Manusia ,Sumberdaya ciptaan manusia. Fasilitas Hiburan dan Olahraga yang meliputi Fasilitas rekreasi dan kebudayaan, Fasilitas olahraga. Prasarana umum dan Pariwisata yang meliputi Alat komnunikasi dan perjalanan, Instalasi social, Instalasi dasar, dan Telekonunikasi. Pelayanan Penerimaan Pariwisata yang meliputi Agen dan biro perjalanan, Kantor promosi dan kontor perwakilan, Pelayanan informasi pengunjung, Penyewaan kendaraan, Pramuwisata dan petugas interpretasi. Fasililitas Penerimaan yang meliputi Hotel, wisma tamu, desa dan kota, Pemukiman untuk kebutuhan perorangan, Instalasi untuk pelayanan makan dan minum.

3. SUMBER-SUMBER PARIWISATA
Sumber-sumber pariwisata dibagi menjadi 3 yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya. Adapun pembagiannya:
1.       Sumber Daya Alam
            Menurut Damanik & Weber ( 2006:2), sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata alam adalah : keajaiban dan keindahan alam (topografi), keajaiban flora, keragaman fauna, kehidupan satwa liar, vegetasi alam, ekosistem yang belum terjamah manusia, rekreasi perairan ( danau,sungai,air terjun, pantai ), lintas alam ( trekking, rafting,dll), objek megalitik, suhu dan kelembaban udara yang nyaman, curah hujan yang normal, dan sebagainya
Menurut Fennel (1999:68), sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi sumber daya pariwisata diantaranya adalah Lokasi Geografis, Iklim dan Cuaca, Topografi dan Landforms, Surface Materials, Air, Vegetasi, serta Fauna.
2.      Sumber Daya Manusia
Secara garis besar, karir yang dapat ditekuni di sector pariwisata adalah sebagai berikut :
1)      Airlines (Maskapai Penerbangan ), merupakan salah satu industry perjalanan yang menyerap dan menggunakan SDM dalam jumlah paling besar. Bagi masyarakat lokal, Airlines menyediakan berbagai level pekerjaan, mulai dari level pemula sampai manager.Contohnya :Agen pemesanan tiket, awak pesawat, Pilot, Mekanik, Staff pemeliharaan, Penanganan bagasi,Pelayanan makan dan minum di pesawat(catering),Marketing, Ahli Komputer,Staff pelatihan, Dll.
2)      Bus Companies, Memerlukan manager SDM, Agen tiket, Agen marketing, petugas informasi,staff pelatihan,administrator, Akuntan, dsb.
3)      Cruise Companiese, Peluang karir terbukan untuk posisi kantor perwakilan dan penjualan,agen tiket, tenaga administrasi, peneliti pasar, direktur rekreasi,Akuntan, dsb.
4)      Railroad, Diperlukan tenaga pelayanan penumpang, penjualan tiket, tenaga reservasi, Masinis, Petugas pengatur lalu lintas kereta, Mekanik, Manager Regional Wilayah, dsb.
5)      Rental Car Companies, Agen penjualan/reservasi, Agen penyewaan, Mekanik, Driver, Administrator, Pelatihan, Manager Regional, dsb.
6)      Hotel, Motel & Resort, Memerlukan tenaga General Manager,Resident Manager, Controler, Akuntan, Management Trainee, Marketing Directur, Front Office Manager, Housekeeper, Bell boy, Waiter/Waitress,Bartender, dsb.

3.      Sumber Daya Budaya
Pariwisata budaya memberikan kesempatan kontak pribadi secara langsung dengan masyarakat local dan kepada individu yang memiliki pengetahuan khusus tentang suatu objek budaya. Tujuannya adalah memahami makna suatu budaya dibandingkan dengan sekedar mendeskripsikan atau melihat daftar fakta yang ada mengenai suatu budaya.
Sumber daya budaya yang bisa dikembangkan menjadi Daya Tarik Wisata diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Bangunan bersejarah, situs, monumen, museum, galeri seni, situs budaya kuno, dsb.
2.      Seni & patung kontemporer, arsitektur, tekstil, pusat kerajinan tangan & seni, pusat design, studio artis, industri film & penerbit, dsb.
3.      Seni pertunjukan, drama, sendratari, lagu daerah,teater jalanan, eksibisi foto, festifal, dan event khusus lainnya
4.      Peninggalan keagamaan ( Pura, candi, masjid)
5.      Kegiatan dan cara hidup masyarakat local, system pendidikan sanggar, teknologi tradisional, cara kerja dan system kehidupan setempat.
6.      Perjalanan ( trekking ) ke tempat bersejarah menggunakan alat transportasi unik ( berkuda, dokar,cikar dsb )
7.      Kuliner.

4. JENIS-JENIS PARIWISATA
Pembangunan industri pariwisata di Indonesia berkembang sangat pesat. Terlihat dengan semakin beragamnya jenis-jenis pariwisata yang ada. Adapun jenis-jenis pariwisata tersebut antara lain:

1.    Wisata Budaya
Ini dimaksudkan agar perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan, untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat, cara hidup, budaya dan seni pada masyarakat daerah yang bersangkutan. Seringnya perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan-kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik dan seni suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.
2.    Wisata Kesehatan
Hal ini dimaksudkan perjalanan seorang wisatawan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat alam arti jasmani dan rohani, dengan mengunjungi tempat peristirahatan seperti mata air panas yang mengandung mineral yang dapat menyembuhkan, tempat yang mempunyai iklim udara yang mneyehatkan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya.
3.    Wisata Olahraga
Ini dimasudkan wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atau memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olah raga di suatu tempat atau negara seperti Asean Games, Olympiade, World Cup dan jenis olahraga lainnya.
4.    Wisata Komersial
Jenis ini termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat komersil, seperti pameran industri, pameran dagang dan sebagainya.
5.    Wisata industri
Erat kaitannya dengan wisata komersial. Perjalanan yang dilakukan oleh rombongan pelajar atau mahasiswa, atau orang-orang biasa ke suatu kompleks atau daerah perindustrian yang banyak terdapat pabrik-pabrik atau bengkel-bengkel besar dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan peninjauan atau penelitian.
6.    Wisata Politik
Jenis ini meliputi pejalanan yang dilakukan untuk mengunjungi atau mengambil bagian secara aktif dalam peristiwa kegiatan politik seperti peringatan ulang tahun suatu negara/perayaan hari kemerdekaan dimana fasilitas akomodasi, sarana angkutan dan berbagai atraksi diadakan secara megah dan meriah bagi para pengunjung. Selain itu peristiwa-peristiwa penting seperti konferensi, musyawarah, kongres atau konvensi politik yang selalu disertai dengan darmawisata termasuk dalam jenis ini.
7.    Wisata Konvensi
Termasuk dalam jenis wisata politik. Berbagai negara dewasa ini membangun wisata konvensi dengan menyediakan fasilitas bangunan beserta ruangan-ruangan tempat bersidang bagi para peserta konferensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya, baik yang bersifat nasional maupun internasional. Contoh, Jakarta dengan JCC-nya (Jakarta Convention Center)




8.    Wisata Sosial
Yang dimaksud dengan jenis wisata ini adalah pengorganisasian suatu perjalanan murah serta mudah untuk memberi kesempatan kepada golongan masyarakat ekonomi lemah (mereka yang tidak mampu membayar segala sesuatu yang bersifat luks) untuk mengadakan perjalanan.
9.    Wisata Pertanian
Jenis wisata ini adalah pengorganisasia perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi ataupun hanya sekedar melihat-lihat.
10.    Wisata Maritim (marina) atau Bahari
Jenis wisata ini banyak kaitannya dengan kegiatan di air seperti di danau, sungai, pantai, teluk atau laut lepas seperti memancing, berlayar, menyelam, berselancar dan lain-lain. Jenis wisata ini dapat juga disebut Wisata Tirta. Indonesia yang merupakan daerah kepulauan kaya akan wisata jenis ini.
11.    Wisata Cagar Alam
Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara di pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh-tumbuhan yang jarang terdapat di tempat lain.
12.    Wisata Buru
Jenis wisata ini banyak dilakukan di negara-negara yang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah (memliki izin). Pemerintah yang bijaksana mengatur wisata buru ini demi keseimbangan hidup satwa yang diburu agar tidak punah, dengan memperhitungkan perkembangbiakannya, antara yang lahir dan yang diburu tetap seimbang.
13.    Wisata Pilgrim/Wisata Religi
Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan agama, adat istiadat dan kepercyaan umat atau kelompok masyarakat. Bisa dilakukan perorangan atau rombongan ke tempat-tempat suci, makam-makam orang besar atau yang diagungkan.
14.    Wisata Bulan Madu
Yang dimaksud dengan jenis wisata ini adalah suatu penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan suami istri, pengantin baru yang sedang berbulan madu dengan fasilitas-fasilitas khusus dan tersendiri demi kenikmatan perjalanan dan kunjungan mereka.
15.    Wisata petualangan
Dikenal dengan istilah adventure tourism. Jenis wisata ini dilakukan oleh mereka yang ingin melakukan petualangan atau hal-hal yang menantang, seperti memasuki hutan belantara, mendaki tebing terjal, bungy jumping, arung jeram, wisata kutub, wisata ruang angkasa dan lain sebagainya.

KESIMPULAN

Pariwisata adalah istilah yang diberikan apabila seseorang wisatawan melakukan perjalanan itu sendiri, atau dengan kata lain aktivitas dan kejadian yang terjadi ketika seseorang pengunjung melakukan perjalanan. Adapun jenis-jenis pariwisata antara lain ada wisata olahraga, komersial, industri, bahari, budaya, kesehatan, bulan madu, dan yang terakhir wisata cagar alam.
Sedangkan Industri Pariwisata diartikan sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh mereka yang melakukan perjalanan wisata.
Sumber-sumber pariwisata dibagi menjadi tiga yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya. Dari berbagai sumber tersebut memunculkan berbagai jenis pariwisata di Indonesia. Jenis pariwisata tersebut terdiri dari Wisata Budaya, kesehatan, olahraga, komersial, Industri, politik, konvensi, sosial, pertanian, maritim/bahari, alam, buru, dan wisata bulan madu.
Keberadaan industri pariwisata di Indonesia khususnya di Bali, menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar dalam perkembangan perekonomian. Pariwisata menjadi jembatan untuk mengenalkan adat istiadat, budaya, dan keberanekaragaman potensi lain dari suatu negara termasuk indonesia. Hal tersebutlah yang membuat pariwisata sebagai mata rantai kegiatan bisnis yang berbasis pada kearifan lokal atau culture suatu bangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar