Rabu, 16 Mei 2018

MATERI KULIAH BISNIS PARIWISATA


RANGKUMAN MATERI KULIAH SAP I
BISNIS PARIWISATA



Disusun Oleh :
Kelompok 1
1.     Ni Putu Nanda Pradnya Putri                    (1607521011)
2.     Ni Made Gita Widiastiti                            (1607521016)
3.     Putu Evi Rosalinda Dewi                          (1607521044)
4.     Ni Luh Sintya Yulianingsih                       (1697521042)



FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Denpasar,18 September 2017

                                                                                              Penyusun









PEMBAHASAN

1. DEFINISI PARIWISATA

Secara Umum Definisi pariwisata adalah kegiatan rekreasi di luar domisili untuk melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau mencari suasana lain. Sebagai suatu aktifitas, pariwisata telah menjadi bagian penting dari kebutuhan dasar masyarakat maju dan sebagian kecil masyarakat negara berkembang.
Menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 “Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan Pemerintah Daerah”.
Menurut WTO atau World Tourism Organization, Pariwisata adalah kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya.
Jadi kesimpulannya, pariwisata adalah istilah yang diberikan apabila seseorang wisatawan melakukan perjalanan itu sendiri, atau dengan kata lain aktivitas dan kejadian yang terjadi ketika seseorang pengunjung melakukan perjalanan. Adapun jenis-jenis pariwisata antara lain ada wisata olahraga, komersial, industri, bahari, budaya, kesehatan, bulan madu, dan yang terakhir wisata cagar alam.

2. DEFINISI INDUSTRI PARIWISATA

Industri Pariwisata dapat diartikan sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh mereka yang melakukan perjalanan wisata. Menurut S. Medlik, setiap produk, baik yang nyata maupun maya yang disajikan untuk memenuhi kebutuhan tertentu manusia, hendaknya dinilai sebagai produk industri.
Menurut UNWTO (United Nations World Tourism Organiation) dalam the International Recommendations for Tourism Statistics 2008, Industri Pariwisata meliputi; Akomodasi untuk pengunjung, Kegiatan layanan makanan dan minuman, Angkutan penumpang, Agen Perjalanan Wisata dan Kegiatan reservasi lainnya, Kegiatan Budaya, Kegiatan olahraga dan hiburan. UNWTO merupakan Badan Kepariwistaan Dunia dibawah naungan PBB.
Menurut Undang-Undang Pariwisata no 10 tahun 2009, Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan. Ruang lingkup industri pariwisata menyangkut berbagai sektor ekonomi. Adapun aspek-aspeknya yaitu restaurant, penginapan, pelayanan perjalanan, transportasi, fasilitas rekreasi, dan atraksi wisata.
Elemen Industri Pariwisata dibagi menjadi 5 yaitu Sumberdaya Pariwisata yang meliputi Sumberdaya alam, Sumberdaya Manusia ,Sumberdaya ciptaan manusia. Fasilitas Hiburan dan Olahraga yang meliputi Fasilitas rekreasi dan kebudayaan, Fasilitas olahraga. Prasarana umum dan Pariwisata yang meliputi Alat komnunikasi dan perjalanan, Instalasi social, Instalasi dasar, dan Telekonunikasi. Pelayanan Penerimaan Pariwisata yang meliputi Agen dan biro perjalanan, Kantor promosi dan kontor perwakilan, Pelayanan informasi pengunjung, Penyewaan kendaraan, Pramuwisata dan petugas interpretasi. Fasililitas Penerimaan yang meliputi Hotel, wisma tamu, desa dan kota, Pemukiman untuk kebutuhan perorangan, Instalasi untuk pelayanan makan dan minum.

3. SUMBER-SUMBER PARIWISATA
Sumber-sumber pariwisata dibagi menjadi 3 yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya. Adapun pembagiannya:
1.       Sumber Daya Alam
            Menurut Damanik & Weber ( 2006:2), sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata alam adalah : keajaiban dan keindahan alam (topografi), keajaiban flora, keragaman fauna, kehidupan satwa liar, vegetasi alam, ekosistem yang belum terjamah manusia, rekreasi perairan ( danau,sungai,air terjun, pantai ), lintas alam ( trekking, rafting,dll), objek megalitik, suhu dan kelembaban udara yang nyaman, curah hujan yang normal, dan sebagainya
Menurut Fennel (1999:68), sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi sumber daya pariwisata diantaranya adalah Lokasi Geografis, Iklim dan Cuaca, Topografi dan Landforms, Surface Materials, Air, Vegetasi, serta Fauna.
2.      Sumber Daya Manusia
Secara garis besar, karir yang dapat ditekuni di sector pariwisata adalah sebagai berikut :
1)      Airlines (Maskapai Penerbangan ), merupakan salah satu industry perjalanan yang menyerap dan menggunakan SDM dalam jumlah paling besar. Bagi masyarakat lokal, Airlines menyediakan berbagai level pekerjaan, mulai dari level pemula sampai manager.Contohnya :Agen pemesanan tiket, awak pesawat, Pilot, Mekanik, Staff pemeliharaan, Penanganan bagasi,Pelayanan makan dan minum di pesawat(catering),Marketing, Ahli Komputer,Staff pelatihan, Dll.
2)      Bus Companies, Memerlukan manager SDM, Agen tiket, Agen marketing, petugas informasi,staff pelatihan,administrator, Akuntan, dsb.
3)      Cruise Companiese, Peluang karir terbukan untuk posisi kantor perwakilan dan penjualan,agen tiket, tenaga administrasi, peneliti pasar, direktur rekreasi,Akuntan, dsb.
4)      Railroad, Diperlukan tenaga pelayanan penumpang, penjualan tiket, tenaga reservasi, Masinis, Petugas pengatur lalu lintas kereta, Mekanik, Manager Regional Wilayah, dsb.
5)      Rental Car Companies, Agen penjualan/reservasi, Agen penyewaan, Mekanik, Driver, Administrator, Pelatihan, Manager Regional, dsb.
6)      Hotel, Motel & Resort, Memerlukan tenaga General Manager,Resident Manager, Controler, Akuntan, Management Trainee, Marketing Directur, Front Office Manager, Housekeeper, Bell boy, Waiter/Waitress,Bartender, dsb.

3.      Sumber Daya Budaya
Pariwisata budaya memberikan kesempatan kontak pribadi secara langsung dengan masyarakat local dan kepada individu yang memiliki pengetahuan khusus tentang suatu objek budaya. Tujuannya adalah memahami makna suatu budaya dibandingkan dengan sekedar mendeskripsikan atau melihat daftar fakta yang ada mengenai suatu budaya.
Sumber daya budaya yang bisa dikembangkan menjadi Daya Tarik Wisata diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Bangunan bersejarah, situs, monumen, museum, galeri seni, situs budaya kuno, dsb.
2.      Seni & patung kontemporer, arsitektur, tekstil, pusat kerajinan tangan & seni, pusat design, studio artis, industri film & penerbit, dsb.
3.      Seni pertunjukan, drama, sendratari, lagu daerah,teater jalanan, eksibisi foto, festifal, dan event khusus lainnya
4.      Peninggalan keagamaan ( Pura, candi, masjid)
5.      Kegiatan dan cara hidup masyarakat local, system pendidikan sanggar, teknologi tradisional, cara kerja dan system kehidupan setempat.
6.      Perjalanan ( trekking ) ke tempat bersejarah menggunakan alat transportasi unik ( berkuda, dokar,cikar dsb )
7.      Kuliner.

4. JENIS-JENIS PARIWISATA
Pembangunan industri pariwisata di Indonesia berkembang sangat pesat. Terlihat dengan semakin beragamnya jenis-jenis pariwisata yang ada. Adapun jenis-jenis pariwisata tersebut antara lain:

1.    Wisata Budaya
Ini dimaksudkan agar perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan, untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat, cara hidup, budaya dan seni pada masyarakat daerah yang bersangkutan. Seringnya perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan-kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik dan seni suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.
2.    Wisata Kesehatan
Hal ini dimaksudkan perjalanan seorang wisatawan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat alam arti jasmani dan rohani, dengan mengunjungi tempat peristirahatan seperti mata air panas yang mengandung mineral yang dapat menyembuhkan, tempat yang mempunyai iklim udara yang mneyehatkan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya.
3.    Wisata Olahraga
Ini dimasudkan wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atau memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olah raga di suatu tempat atau negara seperti Asean Games, Olympiade, World Cup dan jenis olahraga lainnya.
4.    Wisata Komersial
Jenis ini termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat komersil, seperti pameran industri, pameran dagang dan sebagainya.
5.    Wisata industri
Erat kaitannya dengan wisata komersial. Perjalanan yang dilakukan oleh rombongan pelajar atau mahasiswa, atau orang-orang biasa ke suatu kompleks atau daerah perindustrian yang banyak terdapat pabrik-pabrik atau bengkel-bengkel besar dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan peninjauan atau penelitian.
6.    Wisata Politik
Jenis ini meliputi pejalanan yang dilakukan untuk mengunjungi atau mengambil bagian secara aktif dalam peristiwa kegiatan politik seperti peringatan ulang tahun suatu negara/perayaan hari kemerdekaan dimana fasilitas akomodasi, sarana angkutan dan berbagai atraksi diadakan secara megah dan meriah bagi para pengunjung. Selain itu peristiwa-peristiwa penting seperti konferensi, musyawarah, kongres atau konvensi politik yang selalu disertai dengan darmawisata termasuk dalam jenis ini.
7.    Wisata Konvensi
Termasuk dalam jenis wisata politik. Berbagai negara dewasa ini membangun wisata konvensi dengan menyediakan fasilitas bangunan beserta ruangan-ruangan tempat bersidang bagi para peserta konferensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya, baik yang bersifat nasional maupun internasional. Contoh, Jakarta dengan JCC-nya (Jakarta Convention Center)




8.    Wisata Sosial
Yang dimaksud dengan jenis wisata ini adalah pengorganisasian suatu perjalanan murah serta mudah untuk memberi kesempatan kepada golongan masyarakat ekonomi lemah (mereka yang tidak mampu membayar segala sesuatu yang bersifat luks) untuk mengadakan perjalanan.
9.    Wisata Pertanian
Jenis wisata ini adalah pengorganisasia perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi ataupun hanya sekedar melihat-lihat.
10.    Wisata Maritim (marina) atau Bahari
Jenis wisata ini banyak kaitannya dengan kegiatan di air seperti di danau, sungai, pantai, teluk atau laut lepas seperti memancing, berlayar, menyelam, berselancar dan lain-lain. Jenis wisata ini dapat juga disebut Wisata Tirta. Indonesia yang merupakan daerah kepulauan kaya akan wisata jenis ini.
11.    Wisata Cagar Alam
Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara di pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh-tumbuhan yang jarang terdapat di tempat lain.
12.    Wisata Buru
Jenis wisata ini banyak dilakukan di negara-negara yang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah (memliki izin). Pemerintah yang bijaksana mengatur wisata buru ini demi keseimbangan hidup satwa yang diburu agar tidak punah, dengan memperhitungkan perkembangbiakannya, antara yang lahir dan yang diburu tetap seimbang.
13.    Wisata Pilgrim/Wisata Religi
Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan agama, adat istiadat dan kepercyaan umat atau kelompok masyarakat. Bisa dilakukan perorangan atau rombongan ke tempat-tempat suci, makam-makam orang besar atau yang diagungkan.
14.    Wisata Bulan Madu
Yang dimaksud dengan jenis wisata ini adalah suatu penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan suami istri, pengantin baru yang sedang berbulan madu dengan fasilitas-fasilitas khusus dan tersendiri demi kenikmatan perjalanan dan kunjungan mereka.
15.    Wisata petualangan
Dikenal dengan istilah adventure tourism. Jenis wisata ini dilakukan oleh mereka yang ingin melakukan petualangan atau hal-hal yang menantang, seperti memasuki hutan belantara, mendaki tebing terjal, bungy jumping, arung jeram, wisata kutub, wisata ruang angkasa dan lain sebagainya.

KESIMPULAN

Pariwisata adalah istilah yang diberikan apabila seseorang wisatawan melakukan perjalanan itu sendiri, atau dengan kata lain aktivitas dan kejadian yang terjadi ketika seseorang pengunjung melakukan perjalanan. Adapun jenis-jenis pariwisata antara lain ada wisata olahraga, komersial, industri, bahari, budaya, kesehatan, bulan madu, dan yang terakhir wisata cagar alam.
Sedangkan Industri Pariwisata diartikan sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh mereka yang melakukan perjalanan wisata.
Sumber-sumber pariwisata dibagi menjadi tiga yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya. Dari berbagai sumber tersebut memunculkan berbagai jenis pariwisata di Indonesia. Jenis pariwisata tersebut terdiri dari Wisata Budaya, kesehatan, olahraga, komersial, Industri, politik, konvensi, sosial, pertanian, maritim/bahari, alam, buru, dan wisata bulan madu.
Keberadaan industri pariwisata di Indonesia khususnya di Bali, menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar dalam perkembangan perekonomian. Pariwisata menjadi jembatan untuk mengenalkan adat istiadat, budaya, dan keberanekaragaman potensi lain dari suatu negara termasuk indonesia. Hal tersebutlah yang membuat pariwisata sebagai mata rantai kegiatan bisnis yang berbasis pada kearifan lokal atau culture suatu bangsa


Menyongsong MEA 2015  melalui Optimalisasi SDM dalam Wadah UMKM/UKM
Oleh
Putu Evi Rosalinda Dewi
”Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupmu. Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu,Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”
Koes plus,-
Lirik lagu diatas mengumandangkan negara dengan anugerah-Nya yang tak terkira, negara yang pernah menyandang gelar macan Asia yaitu negara Indonesia. Negara dengan sumber daya alam melimpah ruah, wilayah yang subur, bentang alam dan hamparan laut yang luas dimiliki oleh Indonesia. Sebatang tongkat pun akan tumbuh menjadi kayu, betapa kayanya alam kita ini. Namun kekayaan itu belum mampu membuat rakyat Indonesia menjadi sejahtera. Masih ada rakyat Indonesia yang miskin, kelaparan, dan tinggal di kolong jembatan.  Jika saja harta karun yang berlimpah tersebut mampu dimaksimalkan oleh rakyat Indonesia, maka berjayalah Indonesia ini. Indonesia diibaratkan seperti raksasa yang sedang tidur. Potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia tidak bisa diolah sendiri. Tambang emas Papua contohnya tidak mampu diperdayakan sehingga diambil alih negara lain. Tidak hanya itu, budaya dan alam Indonesia pun pernah diklaim bangsa lain akibat keteledoran sendiri.
Waktu terus berlalu membawa dunia berkembang. Indonesia tidak bisa mengelak hal tersebut. Teknologi, komunikasi dan pengetahuan membawa perkembangan dunia semakin bertambah kompleks. Banyak negara menjalin kerjasama untuk saling mengisi kekurangan. Kemajuan dunia mendorong pembaruan pada segala bidang, tidak luput pula pada bidang ekonomi. Indonesia adalah satu dari sekian negara yang tergabung dalam kerjasama hubungan internasional yaitu ASEAN. Terobosan baru dalam aspek ekonomi ASEAN, benih baru tersebut adalah MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang mulai dijalankan pada tahun 2015 ini. Sang garuda pun ketar-ketir menyikapi pasar global 2015 ini. SDM yang berkualitas, berkompeten, serta profesional adalah target yang harus dicapai Indonesia. Sumber daya manusia sebagai pengolah sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah. MEA perlu disambut dengan segala persiapan optimal, dengan itu Indonesia akan mampu menjadi negara pengekspor utama.
Hidup di era pasar bebas memang tidak semudah membalikkn telapak tangan. Menjadi pelopor serta pengekspor pada MEA 2015 bukan menjadi penonton maupun penampung adalah harapan besar bangsa Indonesia. Hal ini mutlak dilakukan agar mampu bertahan di dalam gempuran pasar bebas MEA 2015. MEA 2015 adalah awal untuk Indonesia dalam memajukan kesejahteraan. Negara anggota ASEAN memiliki potensinya masing-masing. Indonesia haruslah bisa menentukan potensi dirinya agar tidak kebobolan. Mengoptimalkan produksi dalam negeri jawaban hadapi pasar global. Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara berbeda-beda, begitu pula mengenai kesiapan menyosong MEA, ada negara yang cepat ada pula negara yang lambat. Singapura salah satu negara ASEAN yang siap menghadapi MEA 2015 dengan ekonomi dan SDM yang berkualitas.
 Bagaimanakah kesiapan negara Indonesia? peringkat daya saing Indonesia merosot. Global Competitiveness Report pada 2011-2012 menunjukkan, daya saing Indonesia berada di peringkat 46 di bawah Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand. Periode 2012-2013 peringkat Indonesia turun menjadi peringkat 50 dari 144 negara.  
Kunci utama menyongsong MEA 2015
Menyikapi hal tersebut perlu adanya perubahan. Agen penggerak perubahan adalah masyarakat Indonesia. Mampu mengolah SDA, SDM yang berkompeten dalam mengolah dan memproduksi barang/jasa, ketersedian sarana dan prasana memadai, dan sumber modal adalah tolak ukur untuk mencapai kesuksesan dalam menyosong MEA. Kualitas SDM adalah sentralnya, SDM ialah Agent utama yang akan bersaing dalam MEA. Sumber daya manusia Indonesia dengan kuantitas tinggi tidak sebanding dengan kualitasnya yang masih sangat perlu untuk dibenahi. Pengembangan kualitas, potensi diri, keterampilan, kreativitas, dan inovasi harus diperhatikan. Melihat peringkat daya saing SDM Indonesia masih berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Bagaimanakah cara Indonesia memoles SDMnya? darurat SDM adalah keadaan negara Indonesia saat ini sehubungan dengan kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Perlu gerakan seribu langkah guna menyongsong MEA 2015melalui pengoptimalan sumber daya manusia. Membangun kualitas SDM Indonesia memerlukan dukungan penuh pemerintah. Pengembangan SDM dapat melalui pelatihan dan pendidikan, mengorganisir kembali BLK (balai latihan kerja). Sudah saatnya peran balai latihan kerja ditingkatkan untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan berkompetensi tinggi. Balai-balai latihan menyangkut teori serta praktik, pemberian pendidikan kewirausahaan, pengembangan diri, dan kreativitas. Maka SDM yang telah terlatih siap memasuki pasar tunggal 2015 ASEAN (Ir S.M. Doloksaribu M.In)
BLK Penuntun ke Gerbang Profesionalitas
BLK  ada pada setiap daerah di Indonesia, keberadaan BLK perlu pengembangan dan sosialisasi. Salah satu BLK pada daerah Bali, yaitu BLK-IP (Industri dan Pariwisata) berhasil mengembangkan kompetensi penduduk hingga mampu menjadi individu mandiri dan mempunyai skill, selesai mengenyam pelatihan bisa membuka usaha mandiri atau diterima diperusahaan jasa (Balipost 2004). Peningkatan kualitas SDM dapat melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) oleh Balai Latihan Kerja (BLK). Andil BLK sangat besar dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia, BLK juga mampu meningkatkan keterampilan dan keahlian warga, mendorong dan mengembangkan jiwa wirausaha, yang menjadi bekal utama menuju usaha mandiri. melihat sebagian besar masyarakat Indonesia bergerak di bidang usaha. Nyawa dari usaha yang berjalan adalah melalui tenaga kerja yang terlatih serta profesional. Seperti pada usaha industri kreatif dalam lingkup kecil atau UMKM.
Usaha rumahan sederhana menjadi sektor penopang perekonomian masyarakat Indonesia, 90% bisnis di Indonesia  adalah usaha kecil menengah, UKM memberikan kontribusi sebesar 57% pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia (INILAH.COM Nusa Dua, 2013). Diberlakukannya MEA di tahun 2015 memaksa pelaku UMKM di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dari produknya agar sesuai dengan keinginan pasar dunia. Keterbatasan harus diatasi oleh pelaku UMKM dan pemerintah, jika UMKM ingin tetap bisa bertahan pada pasar bebas dan serbuan barang-barang dari Negara lain.
Masyarakat Indonesia sebagai poros penggerak dengan kualitas dan daya saing global akan menjadikan Indonesia eksis memenuhi perdagangan atau bahkan menguasai pasar global. Memiliki tenaga yang mampu mengolah sumber daya yang melimpah ruah ini, akan mengudarakan garuda di kancah ASEAN melalui usaha kecil menengah masyarakat Indonesia. Seperti pepatah menyampaikan, satu langkah kecil mengawali langkah yang menghantarkan pada gerbang kesuksesan. Segala sesesuatu yang besar selalu diawali dari hal kecil dan sederhana, begitu pula dari usaha sederhana dengan keseriusan dan ketelatenan akan berkembangan menjadi usaha yang besar. melalui pengoptimalan SDM serta BLK hal tersebut mampu diwujudkan, bukan hanya menjadi sebuah mimpi belaka. BLK akan menjadikan tenaga kerja Indonesia berkualitas serta profesional shingga industri kreatif dapat memproduksi barang/jasa bernilai jual tinggi. UKM/UMKM menjadi wadah untuk masyarakat Indonesia dalam menghasilkan produk berciri khas serta mengandung keunikan bangsa Indonesia seperti halnya Batik, patung, anyaman, gerabah, makanan, pakian serta masih banyak lagi.
Gerakan maksimal antara BLK dan UMKM menentukan MEA 2015 sebagai peluang atau ancaman untuk Indonesia. Guna mendapatkan jalan yang maksimal harus mampu melangkah dengan cepat untuk mengejar kendaraan menuju ke arah yang di inginkan. Mari sambut MEA dengan semangat bersaing dan menjadikan produk negeri sebagai pengisi pasar global. Tertinggal bukanlah suatu masalah untuk Indonesia, mengejar bukan keharusan bagi Indonesia. Tetapi melalakukan yang terbaik adalah pilihan Indonesia. Melalui pengoptimalan SDM dalam menyongsong MEA dalam wadah UMKM/UKM akan menghantarkan garuda hingga langit tertinggi “Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu.“  mari buktikan kumandang lagu tersebut dalam MEA 2015. Terbangkan sang garuda, maka Indonesia akan berjaya.

Esai Populer


Bentuk Intan Permata Indonesia Melalui Sekolah Dengan Implementasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa Dan Anti-Korupsi
Oleh
Putu Evi Rosalinda Dewi
 “Bangun Pemudi-Pemuda Indonesia
Lengan Bajumu Singsingkan Untuk Negara
Masa Yang Akan Datang Kewajibanmulah
Menjadi Tanggunganmu Terhadap Nusa”
Semangat perjuangan pahlawan bangsa, senasib dan sepenanggungan menegakkan sang merah putih. Seperti halnya bait lagu pemuda-pemudi yang mengumandangkan pengharapan kepada kaum muda Indonesia. Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan perjalanan bangsa, tidak lepas dari peran kaum muda, generasi yang menjadi bagian kekuatan perubahan. Membuktikan bahwa pemuda memiliki kekuatan yang luar biasa. Pemuda yang telah memberikan semangat nasionalisme berbangsa, berbahasa dan bertanah air satu yaitu Indonesia. Sumpah pemuda Indonesia telah menggetarkan relung-relung kesadaran generasi muda untuk bangkit, berjuang, dan berperang.
Tunas-tunas bangsa Indonesia menjadi penerus untuk menegakkan kehormatan bangsa, mengangkat dagu sang garuda, menatap jauh ke langit tuk menggapai cita-cita bangsa. Generasi muda tonggak bangsa dimasa depan, generasi yang akan membawa Indonesia menuju kemasa yang akan datang. Genggaman tangan sang tunas bangsa menjadi tumpuan berharga bangsa dan rakyat Indonesia. Para pemuda menjadi simponi bangsa.
Korupsi di negara Indonesia
Namun kini siapa sangka, penjajah telah datang kembali, merenggut keajegan bangsa ini. Sebuah bumbu-bumbu pengkhiatan bangsa, membuat luka hati rakyat Indonesia. apakah yang menghantui relung bangsa ini? Ya, korupsi jawabannya. Korupsi  telah merajalela di bumi pertiwi. Pengkhianat bangsa ini harus diperangi. Kita mengenal istilah “Jika ingin menang perang, kenali siapa musuhmu!” ini juga berlaku pada korupsi. Jika kita ingin memberantasnya, kenali dulu apakah yang dimaksud dengan korupsi. Menurut Transparency International menyatakan bahwa korupsi adalah kelakuan penjabat publik, politikus, atau pegawai negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal, memperkaya diri atau mereka yang dekat dengan dirinya, menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
 Menyikapi fenomena korupsi yang marak terjadi. Bagaimana transformasi nilai kepada generasi muda? Generasi muda sangat mudah terpengaruh dengan lingkungan di sekitarnya. Secara implisit para penguasa singgasana politik memengaruhi generasi muda dengan tindak pidana korupsi. Apakah generasi muda bangsa  bisa menjadi harapan, atau malah menjadi ancaman baru? Betapa pedihnya nasib bangsa, bila perilaku korupsi ini berkembang menjadi “budaya” yang diwariskan generasi pendahulunya. Derajat Indonesia telah buram dimata dunia, dengan menyandang gelar negara paling korup. Korupsi sekarang menjadi kasus tidak laten dinegeri kaya ini. Dalam sebuah analisa menyatakan bahwa tindakan korupsi memiliki beberapa aspek, yaitu
1)      Subyek yang korupsi: manusia
2)      Kekuasaan: korupsi terjadi karena memiliki kuasa
3)      Birokrasi: dilakukan secara sistematis dan struktural.
4)      Moral: koruptor tidak takut akan Tuhan, suara hatinya tumpul
5)      Etika: tidak punya rasa malu, suka bohong, jauh dari nilai kejujuran
6)      Sosial politik: menurunkan citra partai dan membodohi rakyat
Para pemimpin bangsa telah buta akan harta, kasta dan kekuasaan. Kehilangan wibawa sebagai pembimbing rakyat Indonesia. Ironisnya, hampir semua koruptor adalah orang-orang berpendidikan bahkan memiliki gelar kesarjanaan. Ini sangat kotradiktif. Lalu, apakah kita membiarkan penyakit bangsa itu berkembang? Tentu saja tidak. Sebagai kaum muda harus mampu mengubah keadaan Indonesia. Semasa prakemerdekaan yang penuh semangat menggebu-gebu dari kaum muda.
Peran Sang Tonggak Bangsa
Tindakan-tindakan kecil tidak disadari kaum muda yang termasuk dalam tindakan korupsi, sering terjadi. Sangat miris sekali melihat siswa yang tidak jujur seperti mencontek, membolos, menyogok teman dan mencuri jawaban. Sudah tidak dapat dielak lagi, fakta dilapangan telah membuktikan. Bentuk korupsi tidak hanya berupa uang atau barang, tetapi juga waktu, tenaga dan pikiran. Bayangkan jika hal ini terus dibiarkan, moral bangsa akan hilang, identitas negara pudar.
Upaya jangka panjang terbaik untuk mengatasi korupsi adalah dengan memberikan pendidikan karakter anti korupsi kepada kalangan generasi muda sekarang. Generasi muda adalah generasi penerus yang akan menggantikan kedudukan para pemimpin terdahulunya. Pendidikan ialah jalan untuk menjawab tantangan derasnya arus korupsi. Tujuan pendidikan adalah membentuk individu yang cerdas, berakhlak mulia, terampil dan berbudi pekerti luhur, oleh sebab itu sudah semestinya pendidikan menjadi patokan. Gencar dibicarakan mengenai pendidikan karakter anti korupsi untuk para generasi muda. Pendidikan penuntun generasi muda untuk melangkah menggapai masa depan. Pendidikan Karakter anti korupsi, menjadi komponen yang paling disoroti.
Untuk memutuskan budaya tersebut, ada nilai-nilai yang harus ditanamkan kepada para pemuda agar terhindar dari virus korupsi. Nilai-nilai tersebut adalah tanggung jawab, disiplin, jujur, sederhana, kerja keras, adil, mandiri, peduli, dan berani. kejujuran sudah menjadi nilai yang langka di bumi ini, tetapi jika tidak dimulai dari sendiri yang membuat nilai itu lahir, kejujuran akan semakin punah. Walaupun jujur merupakan hal kecil, jika kita telah berbuat jujur, ada rasa lega yang menyelimuti hati yang membuat kita nyaman. Jujur identik dengan berkata benar, bertindak benar, terbuka, menghargai, dan dimulai dari diri sendiri. selain itu akan melahirkan generasi yang kuat dengan prinsip-prinsip kebenaran dan kebaikan serta generasi yang tidak memikirkan untungnya diri sendiri.
 Pendidikan karakter, dalam buku Education for Character” Lickona (1991) menyatakan bahwa hal penting yang harus diajarkan yaitu konsep moral. konsep-konsep moral lainnya seperti kejujuran, toleransi, dan kedisiplinan. Konsep ini bisa menjawab dan mencegah generasi Indonesia dari korupsi. Korupsi yang dapat menghancurkan bangsa perlahan. Pendidikan berbasis pada pembentukan karakter di Indonesia mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Melalui pengimplementasian nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Budaya jujur dapat dilatih bertahap dan berkesinambungan sejak baru duduk di bangku pendidikan, melalui tindakan tegas terhadap siswa yang mencontek akan membentuk jiwa yang jujur. Memberikan pengarahan mengenai keberanian akan kejujuran sebagai bentuk tak ternilai. Hal tersebut akan memacu para generasi muda untuk berani jujur. Jika nilai ini sudah tertanam kuat pada pemuda-pemudi Indonesia, Indonesia tidak akan lagi menempati peringkat negara terkorup di dunia, tetapi Indonesia menjadi negara super power dengan sumber daya manusia berkarakter dan sumber daya alam yang sangat kaya.
Seperti kutipan “We must remember that intelligence is not enough. Intelligence plus character that is the goal of true education” oleh Martin Luther King Jr. Sekolah sebagi lembaga pendidikan tidak hanya membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendidik akhlak mulai dan karakter diri. Untuk mengubur lubang hitam pemimpin Indonesia, dengan menggali tanah. Guna menghentikan korupsi di Indonesia maka tanamlah nilai-nilai karakter anti korupsi di dalam jiwa sang tunas bangsa. Sekolah membentuk generasi sebagai pemimpin masa depan tidak akan mampu direalisasikan jika hanya sebatas embel-embel saja, yang terpenting adalah pengimplementasian nilai karakter bangsa yang tentunya mengandung sikap anti-korupsi. Maka percayalah, melalui pendidikan berbasis pembentukan karakter bangsa pada kehidupan sehari-hari akan bentuk generasi Indonesia, kaum yang akan menjadi generasi emas kedepannya.
            Memberikan pendidikan yang tepat dan sesuai, diibaratkan seperti membentuk intan permata dengan mengoles, mempoles dan mengamplas, hingga berbentuk sangat indah dan berkualitas. Pemuda Indonesia pasti akan menjadi jawaban dari jeritan rakyat Indonesia yang tengah terluka dengan kasus-kasus korupsi.

DAFTAR PUSTAKA
Kristiono, Natal. “Materi Pendidikan Anti Korupsi UNNES.” https://www.academia.edu/6902171/Materi_Pendidikan_Anti_Korupsi_UNNES (diakses pada 6 Agustus 2014).
Sitihualiah. 2012. ”Bagaimana Memutuskan Budaya Korupsi di Kalangan Anak Muda.” http://sitihaulahblog.wordpress.com/2012/11/20/bagaimana-memutuskan-budaya-korupsi-di-kalangan-anak-muda (diakses pada 6 Agustus 2014).
Lokon, Tri. 2008. “Sejak SMA, siswa belajar Korupsi.”http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/10/%E2%80%9Csejak-sma-siswa-belajar-tentang-korupsi%E2%80%9D-339861.html  (diakses pada 7 agustus 2014).
Cinjuriki, Niki. 2013.  “Pendidikan Karakter Untuk Murid SMA Sebagai Generasi Anti Korupsi” http://nani1922.blogspot.com/2013/04/pendidikan-karakter-untuk-murid-sma.html (diakses pada 7 Agustus 2014).

Kesra, 2013. “Pendidikan Antikorupsi Harus Masuk dalam Kurikulum.” http://www.beritasatu.com/pendidikan/99856-pendidikan-antikorupsi-harus-masuk-dalam-kurikulum.html (diakses pada 9 Agustus 2014).