RANGKUMAN MATERI KULIAH SAP I
BISNIS PARIWISATA
Disusun Oleh :
Kelompok 1
1.
Ni Putu Nanda Pradnya Putri (1607521011)
2.
Ni Made Gita Widiastiti (1607521016)
3.
Putu Evi Rosalinda Dewi (1607521044)
4.
Ni Luh Sintya Yulianingsih (1697521042)
FAKULTAS EKONOMI
DAN BISNIS
UNIVERSITAS
UDAYANA
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak
lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Harapan kami semoga
makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk
ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi
lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman
kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu
kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Denpasar,18 September 2017
Penyusun
Penyusun
PEMBAHASAN
1. DEFINISI
PARIWISATA
Secara Umum Definisi pariwisata adalah kegiatan rekreasi di
luar domisili untuk melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau mencari suasana
lain. Sebagai suatu aktifitas, pariwisata telah menjadi bagian penting dari
kebutuhan dasar masyarakat maju dan sebagian kecil masyarakat negara
berkembang.
Menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 “Pariwisata adalah
berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan
yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan Pemerintah Daerah”.
Menurut WTO atau World Tourism Organization, Pariwisata adalah
kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di
luar lingkungan kesehariannya.
Jadi kesimpulannya, pariwisata adalah istilah yang diberikan
apabila seseorang wisatawan melakukan perjalanan itu sendiri, atau dengan kata
lain aktivitas dan kejadian yang terjadi ketika seseorang pengunjung melakukan
perjalanan. Adapun jenis-jenis pariwisata antara lain ada wisata olahraga,
komersial, industri, bahari, budaya, kesehatan, bulan madu, dan yang terakhir
wisata cagar alam.
2. DEFINISI
INDUSTRI PARIWISATA
Industri Pariwisata dapat diartikan sebagai sehimpunan
bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh
mereka yang melakukan perjalanan wisata. Menurut S. Medlik, setiap produk, baik
yang nyata maupun maya yang disajikan untuk memenuhi kebutuhan tertentu
manusia, hendaknya dinilai sebagai produk industri.
Menurut UNWTO (United Nations World Tourism
Organiation) dalam the International Recommendations
for Tourism Statistics 2008, Industri Pariwisata meliputi; Akomodasi untuk
pengunjung, Kegiatan layanan makanan dan minuman, Angkutan penumpang, Agen
Perjalanan Wisata dan Kegiatan reservasi lainnya, Kegiatan Budaya, Kegiatan
olahraga dan hiburan. UNWTO merupakan Badan Kepariwistaan Dunia dibawah naungan
PBB.
Menurut
Undang-Undang Pariwisata no 10 tahun 2009, Industri Pariwisata adalah kumpulan
usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau
jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan. Ruang lingkup
industri pariwisata menyangkut berbagai sektor ekonomi. Adapun aspek-aspeknya
yaitu restaurant, penginapan, pelayanan perjalanan, transportasi, fasilitas
rekreasi, dan atraksi wisata.
Elemen
Industri Pariwisata dibagi menjadi 5 yaitu Sumberdaya Pariwisata yang meliputi
Sumberdaya alam, Sumberdaya Manusia ,Sumberdaya ciptaan manusia. Fasilitas
Hiburan dan Olahraga yang meliputi Fasilitas rekreasi dan kebudayaan, Fasilitas
olahraga. Prasarana umum dan Pariwisata yang meliputi Alat komnunikasi dan
perjalanan, Instalasi social, Instalasi dasar, dan Telekonunikasi. Pelayanan
Penerimaan Pariwisata yang meliputi Agen dan biro perjalanan, Kantor promosi
dan kontor perwakilan, Pelayanan informasi pengunjung, Penyewaan kendaraan,
Pramuwisata dan petugas interpretasi. Fasililitas Penerimaan yang meliputi
Hotel, wisma tamu, desa dan kota, Pemukiman untuk kebutuhan perorangan,
Instalasi untuk pelayanan makan dan minum.
3. SUMBER-SUMBER PARIWISATA
Sumber-sumber pariwisata dibagi
menjadi 3 yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya.
Adapun pembagiannya:
1. Sumber Daya Alam
Menurut Damanik & Weber ( 2006:2), sumber daya alam yang dapat
dikembangkan menjadi atraksi wisata alam adalah : keajaiban dan keindahan alam
(topografi), keajaiban flora, keragaman fauna, kehidupan satwa liar, vegetasi
alam, ekosistem yang belum terjamah manusia, rekreasi perairan (
danau,sungai,air terjun, pantai ), lintas alam ( trekking, rafting,dll), objek
megalitik, suhu dan kelembaban udara yang nyaman, curah hujan yang normal, dan
sebagainya
Menurut Fennel (1999:68), sumber daya alam yang dapat
dikembangkan menjadi sumber daya pariwisata diantaranya adalah Lokasi
Geografis, Iklim dan Cuaca, Topografi dan Landforms,
Surface Materials, Air, Vegetasi,
serta Fauna.
2.
Sumber Daya Manusia
Secara garis besar, karir yang dapat
ditekuni di sector pariwisata adalah sebagai berikut :
1) Airlines (Maskapai Penerbangan ),
merupakan salah satu industry perjalanan yang menyerap dan menggunakan SDM
dalam jumlah paling besar. Bagi masyarakat lokal, Airlines menyediakan berbagai level pekerjaan, mulai dari
level pemula sampai manager.Contohnya :Agen pemesanan tiket, awak pesawat,
Pilot, Mekanik, Staff pemeliharaan, Penanganan bagasi,Pelayanan makan dan minum
di pesawat(catering),Marketing, Ahli Komputer,Staff pelatihan, Dll.
2) Bus
Companies, Memerlukan
manager SDM, Agen tiket, Agen marketing, petugas informasi,staff
pelatihan,administrator, Akuntan, dsb.
3) Cruise Companiese, Peluang karir terbukan
untuk posisi kantor perwakilan dan penjualan,agen tiket, tenaga administrasi,
peneliti pasar, direktur rekreasi,Akuntan, dsb.
4) Railroad, Diperlukan tenaga
pelayanan penumpang, penjualan tiket, tenaga reservasi, Masinis, Petugas
pengatur lalu lintas kereta, Mekanik, Manager Regional Wilayah, dsb.
5) Rental Car Companies, Agen
penjualan/reservasi, Agen penyewaan, Mekanik, Driver, Administrator, Pelatihan,
Manager Regional, dsb.
6) Hotel, Motel & Resort,
Memerlukan tenaga General
Manager,Resident Manager, Controler, Akuntan, Management
Trainee, Marketing Directur, Front Office Manager, Housekeeper, Bell boy,
Waiter/Waitress,Bartender, dsb.
3. Sumber
Daya Budaya
Pariwisata budaya memberikan kesempatan kontak pribadi
secara langsung dengan masyarakat local dan kepada individu yang memiliki
pengetahuan khusus tentang suatu objek budaya. Tujuannya adalah memahami makna
suatu budaya dibandingkan dengan sekedar mendeskripsikan atau melihat daftar
fakta yang ada mengenai suatu budaya.
Sumber daya budaya yang bisa dikembangkan menjadi Daya Tarik
Wisata diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Bangunan bersejarah, situs, monumen, museum, galeri seni,
situs budaya kuno, dsb.
2.
Seni & patung kontemporer, arsitektur, tekstil, pusat
kerajinan tangan & seni, pusat design, studio artis, industri film &
penerbit, dsb.
3.
Seni pertunjukan, drama, sendratari, lagu daerah,teater
jalanan, eksibisi foto, festifal, dan event khusus lainnya
4.
Peninggalan keagamaan ( Pura, candi, masjid)
5.
Kegiatan dan cara hidup masyarakat local, system pendidikan
sanggar, teknologi tradisional, cara kerja dan system kehidupan setempat.
6.
Perjalanan ( trekking ) ke tempat bersejarah menggunakan
alat transportasi unik ( berkuda, dokar,cikar dsb )
7.
Kuliner.
4. JENIS-JENIS
PARIWISATA
Pembangunan industri pariwisata di Indonesia
berkembang sangat pesat. Terlihat dengan semakin beragamnya jenis-jenis
pariwisata yang ada. Adapun jenis-jenis pariwisata tersebut antara lain:
1. Wisata Budaya
Ini dimaksudkan agar perjalanan yang dilakukan atas dasar
keinginan, untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan
kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari
keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat, cara hidup, budaya dan seni pada
masyarakat daerah yang bersangkutan. Seringnya perjalanan serupa ini disatukan
dengan kesempatan-kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan budaya,
seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik dan seni suara), atau
kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.
2. Wisata Kesehatan
Hal ini dimaksudkan perjalanan seorang wisatawan dengan
tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari dimana ia
tinggal demi kepentingan beristirahat alam arti jasmani dan rohani, dengan
mengunjungi tempat peristirahatan seperti mata air panas yang mengandung
mineral yang dapat menyembuhkan, tempat yang mempunyai iklim udara yang
mneyehatkan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan
lainnya.
3. Wisata Olahraga
Ini dimasudkan wisatawan yang melakukan perjalanan dengan
tujuan berolahraga atau memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam
pesta olah raga di suatu tempat atau negara seperti Asean Games, Olympiade,
World Cup dan jenis olahraga lainnya.
4. Wisata Komersial
Jenis ini termasuk perjalanan untuk mengunjungi
pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat komersil, seperti pameran
industri, pameran dagang dan sebagainya.
5. Wisata industri
Erat kaitannya dengan wisata komersial. Perjalanan yang
dilakukan oleh rombongan pelajar atau mahasiswa, atau orang-orang biasa ke
suatu kompleks atau daerah perindustrian yang banyak terdapat pabrik-pabrik
atau bengkel-bengkel besar dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan peninjauan
atau penelitian.
6. Wisata Politik
Jenis ini meliputi pejalanan yang dilakukan untuk
mengunjungi atau mengambil bagian secara aktif dalam peristiwa kegiatan politik
seperti peringatan ulang tahun suatu negara/perayaan hari kemerdekaan dimana fasilitas
akomodasi, sarana angkutan dan berbagai atraksi diadakan secara megah dan
meriah bagi para pengunjung. Selain itu peristiwa-peristiwa penting seperti
konferensi, musyawarah, kongres atau konvensi politik yang selalu disertai
dengan darmawisata termasuk dalam jenis ini.
7. Wisata Konvensi
Termasuk dalam jenis wisata politik. Berbagai negara dewasa
ini membangun wisata konvensi dengan menyediakan fasilitas bangunan beserta
ruangan-ruangan tempat bersidang bagi para peserta konferensi, musyawarah,
konvensi atau pertemuan lainnya, baik yang bersifat nasional maupun
internasional. Contoh, Jakarta dengan JCC-nya (Jakarta Convention Center)
8. Wisata Sosial
Yang dimaksud dengan jenis wisata ini adalah
pengorganisasian suatu perjalanan murah serta mudah untuk memberi kesempatan
kepada golongan masyarakat ekonomi lemah (mereka yang tidak mampu membayar
segala sesuatu yang bersifat luks) untuk mengadakan perjalanan.
9. Wisata Pertanian
Jenis wisata ini adalah pengorganisasia perjalanan yang
dilakukan ke proyek-proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan
sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan
untuk tujuan studi ataupun hanya sekedar melihat-lihat.
10. Wisata Maritim (marina) atau Bahari
Jenis wisata ini banyak kaitannya dengan kegiatan di air
seperti di danau, sungai, pantai, teluk atau laut lepas seperti memancing,
berlayar, menyelam, berselancar dan lain-lain. Jenis wisata ini dapat juga
disebut Wisata Tirta. Indonesia yang merupakan daerah kepulauan kaya akan
wisata jenis ini.
11. Wisata Cagar Alam
Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan
alam, kesegaran hawa udara di pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga
satwa yang langka serta tumbuh-tumbuhan yang jarang terdapat di tempat lain.
12. Wisata Buru
Jenis wisata ini banyak dilakukan di negara-negara yang
memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah (memliki
izin). Pemerintah yang bijaksana mengatur wisata buru ini demi keseimbangan
hidup satwa yang diburu agar tidak punah, dengan memperhitungkan
perkembangbiakannya, antara yang lahir dan yang diburu tetap seimbang.
13. Wisata Pilgrim/Wisata Religi
Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan agama, adat
istiadat dan kepercyaan umat atau kelompok masyarakat. Bisa dilakukan
perorangan atau rombongan ke tempat-tempat suci, makam-makam orang besar atau
yang diagungkan.
14. Wisata Bulan Madu
Yang dimaksud dengan jenis wisata ini adalah suatu
penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan suami istri, pengantin baru yang
sedang berbulan madu dengan fasilitas-fasilitas khusus dan tersendiri demi
kenikmatan perjalanan dan kunjungan mereka.
15. Wisata petualangan
Dikenal dengan istilah adventure tourism. Jenis wisata ini dilakukan oleh mereka yang
ingin melakukan petualangan atau hal-hal yang menantang, seperti memasuki hutan
belantara, mendaki tebing terjal, bungy jumping, arung jeram, wisata kutub,
wisata ruang angkasa dan lain sebagainya.
KESIMPULAN
Pariwisata adalah istilah yang
diberikan apabila seseorang wisatawan melakukan perjalanan itu sendiri, atau
dengan kata lain aktivitas dan kejadian yang terjadi ketika seseorang
pengunjung melakukan perjalanan. Adapun jenis-jenis pariwisata antara lain ada wisata
olahraga, komersial, industri, bahari, budaya, kesehatan, bulan madu, dan yang
terakhir wisata cagar alam.
Sedangkan Industri Pariwisata diartikan
sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang
dibutuhkan oleh mereka yang melakukan perjalanan wisata.
Sumber-sumber pariwisata dibagi menjadi tiga yaitu sumber daya
alam, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya. Dari berbagai sumber tersebut
memunculkan berbagai jenis pariwisata di Indonesia. Jenis pariwisata tersebut
terdiri dari Wisata Budaya, kesehatan, olahraga, komersial, Industri,
politik, konvensi, sosial, pertanian, maritim/bahari, alam, buru, dan wisata
bulan madu.
Keberadaan industri pariwisata di Indonesia khususnya di
Bali, menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar dalam
perkembangan perekonomian. Pariwisata menjadi jembatan untuk mengenalkan adat
istiadat, budaya, dan keberanekaragaman potensi lain dari suatu negara termasuk
indonesia. Hal tersebutlah yang membuat pariwisata sebagai mata rantai kegiatan
bisnis yang berbasis pada kearifan lokal atau culture suatu bangsa


